Chitose Bangun Flagship Shop Surabaya

12744514_1531644310462584_1935675014868599131_n

 

Bangun Flagship Shop Surabaya, Chitose Perluas Pasar Indonesia Timur

Produsen furnitur PT Chitose Internasional Tbk. menggelontorkan investasi Rp30 miliar untuk membangun Flagship Shop bernama Pavillion 14 Surabaya sebagai upaya memperluas pasar, terutama sektor ritel di wilayah Indonesia Timur.
Vice President Chitose, Timotius J Paulus mengatakan selama ini 90% pasar Chitose adalah sektor business to business (B2B) dan business to goverment (B2G), dan 10% pasar ritel. Namun, dalam perkembangannya, sektor ritel memiliki potensi besar sehingga menjadi pertimbangan membangun Pavillion 14 Surabaya.
“Surabaya menjadi kota pertama pembangunan Pavillion karena kqmi menilai Surabaya sebagai gerbangnya Indonesia timur,” katanya, usai Ground breakingChitose Pavillion 14, Kamis (25/2/2016).
Pavillion 14 yang dibangun di kawasan Rungkut Asri, Middel East Ring Road (MERR) itu bakal terdapat pusat informasi produk Chitose dan displai produk Chitose. Selain itu juga bakal ada ruang meeting yang bisa dimanfaatkan oleh arsitek, desain interior, kontraktor, dan pelaku industri kreatif lainnya. Rencanannya, November tahun ini Pavillion 14 Surabaya sudah dapat beroperasi.
“Dalam tahun ini juga kami akan membangun Flagship Shop di Jakarta dan Bandung untuk memperkuat pasar di Indonesia bagian barat. Apalagi kami punya 300 item produk yang perlu didisplai agar konsumen dapat melihat langsung barangnya,” jelasnya.
Direktur Chitose, Fadjar Swatyas menambahkan sejalan dengan pembangunan flagship shop, Chitose tengah merampungkan pembangunan pabrik furnitur kedua di Cimahi Jawa Barat.
Saat ini pabrik furnitur yang memproduksifolding chair, memo chair, banquet and restaurant chair, office furnitur, school furnitur, dan nursing bed itu memiliki kapasitas produksi 1,3 juta unit/tahun. Adanya penambahan pabrik tersebut bakal menambah kapasitas produksi menjadi 1,5 juta unit/tahun.
“Melalui ekspansi bisnis yang kami lakukan ini, kami merencanakan peningkatan omset hingga 15%/tahun terutama di wilayah Indonesia timur,” katanya.
Selain itu, diharapkan peningkatan produksi nantinya juga dapat meningkatkan pqsar ekspor hingga 10% dalam 5 tahun ke depan.
Saat ini produk Chitose masih ekspor sekitar 5% ke 30 negara dan terbanyak ekspor ke Jepang, disusul Singapura, Korea Selatan, Afrika, Timur Tengah dan Jerman. “Adanya Masyarakat Ekonomi Asean ini kami justru tidak takut malah menjadi peluang bagi untuk menggenjot ekspor.”

 

 

http://Surabaya.bisnis.com/m/read/20160226/9/86883/chitose-bangun-flagship-shop-surabaya-guna-memperluas-pasar-timur.